Antrean BBM Mengular di Pontianak, Kubu Raya Hingga Ketapang Warga Berharap Kondisi Ini Tidak Meninbulkan Kepanikan
- account_circle Kata Netizen
- calendar_month 9 jam yang lalu
- print Cetak

Antrian BBM Di Spbu Jalan Danau Sentarum Kota Pontianak.
PONTIANAK, KN.ID – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kalimantan Barat, khususnya di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Ketapang. Antrean dilaporkan berlangsung sejak siang hingga malam hari dan mengular hingga ke badan jalan raya.
Kondisi tersebut membuat masyarakat khawatir terhadap ketersediaan BBM untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Warga mengaku kesulitan mendapatkan bahan bakar setelah antrean panjang terjadi di sejumlah SPBU selama dua hari terakhir.
Salah seorang warga, Rahmat, mengaku bingung melihat kondisi antrean yang terus memanjang. Menurutnya, situasi tersebut membuat masyarakat khawatir kehabisan BBM, sehingga berpotensi mengganggu aktivitas dan mobilitas sehari-hari.
“Sudah dua hari ini antrean BBM di sejumlah SPBU ramai dan mengular sampai ke jalan raya. Kami khawatir kalau BBM semakin sulit didapat dan persediaannya habis,” ujarnya.
Panjangnya antrean juga mendorong sebagian masyarakat mencari BBM melalui pedagang eceran. Namun, harga yang ditawarkan lebih tinggi dibandingkan harga BBM di SPBU.
Untuk jenis Pertalite, harga BBM eceran dilaporkan berkisar Rp11.000 hingga Rp12.000 per liter.
Sementara itu, seorang warga Bengkayang mengungkapkan harga solar di Pulau Lemukutan mencapai Rp22.000 per liter. Kondisi ini menambah beban masyarakat yang membutuhkan BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera memastikan ketersediaan serta kelancaran distribusi BBM di wilayah Kalimantan Barat, terutama di daerah yang mengalami antrean panjang.
Warga juga meminta pengawasan diperketat untuk mencegah praktik penimbunan BBM maupun tindakan mengambil keuntungan secara berlebihan dengan memanfaatkan kondisi sulitnya masyarakat memperoleh bahan bakar.
Masyarakat berharap pasokan BBM segera kembali normal agar aktivitas ekonomi, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari tidak terganggu.
Hingga berita ini disusun, penyebab antrean panjang dan kondisi ketersediaan BBM di sejumlah wilayah tersebut masih memerlukan konfirmasi dari pihak terkait.***
- Penulis: Kata Netizen

Saat ini belum ada komentar