Pemkot Pontianak Meluncurkan Logo Hari Jadi ke-255: Usung Tema ‘Tangguh Bersahabat’ dan Ikon Manusia
- account_circle Kata Netizen
- calendar_month 15 jam yang lalu
- print Cetak

Berbeda dari Tahun Sebelumnya, Logo HUT ke-255 Kota Pontianak Jadikan Manusia sebagai Ikon Utama. Foto : Istimewa
PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak secara resmi meluncurkan logo peringatan Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak di Pontive Center, Senin (5/10/2026). Berbeda dari kecenderungan tahun-tahun sebelumnya yang mendominasi simbol fisik atau landmark kota, identitas visual tahun ini secara khusus menempatkan sosok manusia sebagai ikon utama.
Logo Hari Jadi ke-255 ini mengusung tema “Tangguh Bersahabat” dengan slogan turunan “Kite Jage Kite”. Pesan utama yang diusung berfokus pada kekuatan kolektif masyarakat yang saling menjaga dan menguatkan di tengah keberagaman suku serta agama.
Desain visual pemenang ini dirancang oleh tim talenta lokal Pontianak yang terdiri atas Gusti Fakhri Aliansyah dan Tomy Anggara. Mereka terpilih melalui rangkaian proses sayembara, pelatihan, mentoring, hingga presentasi karya.
Gusti Fakhri Aliansyah menjelaskan bahwa pemilihan ikon manusia berangkat dari refleksi adaptabilitas warga Pontianak sepanjang sejarah perkembangannya.
“Dari awal sampai sekarang, kita terbentuk karena adaptif dan saling menguatkan satu sama lain. Yang ingin saya angkat lewat logo ini adalah semangat kolektif. Kita tangguh karena kita bersama,” ujar Gusti seusai peluncuran logo.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyampaikan bahwa tema “Tangguh Bersahabat” dirumuskan dari pengamatan terhadap berbagai tantangan perkotaan dan kondisi alam yang dihadapi masyarakat belakangan ini, seperti kemarau panjang, kabut asap, genangan, hingga intrusi air laut pada sumber air baku.
“Karakter tangguh ini yang kita perlukan sebagai semangat warga Kota Pontianak. Sedangkan kata ‘bersahabat’ merepresentasikan masyarakat yang heterogen. Kita ingin membangun kota yang harmonis, toleran, damai, sejuk, dan nyaman,” jelas Edi.
Edi juga menambahkan bahwa penyelenggaraan sayembara logo tahun ini secara khusus dibatasi hanya bagi warga Kota Pontianak guna memberikan ruang berekspresi dan apresiasi penuh terhadap potensi kreatif generasi muda lokal.
“Mudah-mudahan para finalis maupun pemenang terpilih semakin bersemangat berkreativitas, tidak hanya membuat logo, tetapi juga merancang visual branding hingga tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Edi.
- Penulis: Kata Netizen

Saat ini belum ada komentar