Yarsi Pontianak Dan Busan Indonesia Center Jalin Kerjasama, Buka Peluang Kuliah Dan Karier Di Korea Selatan
- account_circle Kata Netizen
- calendar_month 12 jam yang lalu
- print Cetak

Yayasan Yarsi dan Busan Korea saat penandatangan mou di yarsi Pontianak.
PONTIANAK,KN.ID – Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSI) Pontianak menjalin kerja sama dengan Busan Indonesia Center, Korea Selatan, melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya dosen dan mahasiswa STIKes YARSI Pontianak serta Akademi Farmasi (AKFAR) YARSI Pontianak, sekaligus membuka peluang bagi para alumni untuk melanjutkan pendidikan dan berkarier di Korea Selatan.
Penandatanganan MoU berlangsung di STIKes YARSI Pontianak. Kesepakatan tersebut ditandatangani Ketua Pengurus YARSI Pontianak, Drs. Suhadi, SW., M.Si., dan Direktur Busan Indonesia Center, Prof. Dr. Kim Soo Il.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis kedua institusi dalam memperluas akses pendidikan internasional, meningkatkan kompetensi akademik, serta memperkuat peluang pengembangan karier bagi lulusan bidang kesehatan dan farmasi.
Melalui kesepakatan tersebut, Busan Indonesia Center akan membantu memfasilitasi pencarian perguruan tinggi di Korea Selatan yang sesuai dengan program studi STIKes dan AKFAR YARSI Pontianak. Selain itu, lembaga tersebut juga menyatakan kesiapan untuk membantu menyalurkan alumni agar memperoleh peluang kerja di Korea Selatan.
Lulusan D-3 Berpeluang Melanjutkan Pendidikan S-1
Prof. Dr. Kim Soo Il menjelaskan, mahasiswa lulusan Diploma Tiga (D-3) Keperawatan maupun D-3 Farmasi berpeluang melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata Satu (S-1) di Korea Selatan.
Menurut dia, terdapat ketentuan mengenai pengakuan masa studi. Dari enam semester pendidikan diploma, empat semester dapat diakui, sedangkan dua semester lainnya harus ditempuh kembali di Korea Selatan.
Dengan skema tersebut, lulusan D-3 yang memenuhi persyaratan dapat menyelesaikan pendidikan S-1 di Korea Selatan dalam waktu sekitar empat semester atau dua tahun.
Ia juga menyampaikan bahwa mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan S-1 di Korea Selatan berpeluang bekerja sesuai bidang keilmuannya, termasuk di sektor kesehatan maupun kefarmasian, dengan tetap memenuhi persyaratan pendidikan, kompetensi, perizinan, dan ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku di negara tersebut.
Prof. Kim Soo Il Memiliki Kedekatan dengan Indonesia Sejak 1983
Prof. Dr. Kim Soo Il bukan sosok asing bagi Indonesia. Ia mengenal Indonesia sejak 1983, ketika mengikuti program pertukaran mahasiswa antara Indonesia dan Korea Selatan.
Dalam program tersebut, Kim Soo Il mendapat penugasan di Tarakan, Kalimantan Timur, dan pernah berkunjung ke Pontianak, Kalimantan Barat.
Pengalamannya berinteraksi langsung dengan masyarakat Indonesia turut memperkuat penguasaannya terhadap bahasa Indonesia. Selain mendalami bahasa Indonesia secara akademis, ia juga memperoleh pengalaman langsung selama berada di Tanah Air.
Pada 2022, ia membuka kantor Busan Indonesia Center di Jakarta untuk mendukung berbagai kegiatan dan kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan.
Selama berkiprah di Indonesia, Kim Soo Il juga menerima sejumlah penghargaan, termasuk tanda kehormatan yang disebut berasal dari masa pemerintahan Presiden Soeharto, Presiden B.J. Habibie, dan Presiden Megawati Soekarnoputri, ketika ia bertugas sebagai atase kebudayaan Korea Selatan di Indonesia.
YARSI: Kehadiran Dua Guru Besar Perkuat Kepercayaan Masyarakat
Ketua Pengurus YARSI Pontianak, Drs. Suhadi, SW., M.Si., mengatakan kehadiran Prof. Dr. Kim Soo Il dan Prof. Dr. Didin Muhafidin dalam kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pengembangan institusi pendidikan di lingkungan YARSI Pontianak.
Menurut Suhadi, kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap STIKes dan AKFAR YARSI Pontianak, sekaligus memperluas jejaring pendidikan di tingkat internasional.
Ia menyebut kedua tokoh pendidikan tersebut memiliki peran dalam forum perguruan tinggi di masing-masing negara, yakni Forum Rektor Indonesia dan forum rektor di Korea Selatan.
Dukungan dari tokoh pendidikan kedua negara diharapkan dapat memperkuat upaya YARSI Pontianak dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperluas wawasan internasional dosen dan mahasiswa, serta mempersiapkan lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja.
Kuliah Pakar Diikuti Sekitar 500 Peserta
Sebelum penandatanganan MoU, YARSI Pontianak bersama Busan Indonesia Center menggelar kuliah pakar yang diikuti sekitar 500 peserta, terdiri atas dosen, mahasiswa semester akhir, dan calon wisudawan.
Kegiatan berlangsung secara tatap muka dan daring melalui Zoom. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya respons dan pertanyaan selama pemaparan materi berlangsung.
Dalam kuliah pakar tersebut, Prof. Dr. Kim Soo Il dan Prof. Dr. Didin Muhafidin menyampaikan materi mengenai kepemimpinan adaptif. Sementara itu, Kim Soo Il juga membahas peluang kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Kegiatan ini diharapkan memberikan wawasan baru kepada mahasiswa dan dosen mengenai tantangan kepemimpinan, pentingnya kemampuan beradaptasi, serta peluang melanjutkan pendidikan dan mengembangkan karier di tingkat internasional.
Melalui penandatanganan MoU dan pelaksanaan kuliah pakar tersebut, YARSI Pontianak berharap kerja sama dengan Busan Indonesia Center dapat ditindaklanjuti melalui program konkret yang memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, dan alumni, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan dan farmasi di Kalimantan Barat.***
- Penulis: Kata Netizen

Saat ini belum ada komentar